Minggu, 04 September 2016

Giveaway novel Galaupreneur


Judul: Galaupreneur
Genre: Komedi
Penulis: Ramayoga
Penerbit: Stiletto Indie Book
Tebal: 153 halaman
Terbit: Agustus 2016

Sinopsis:
Buku ini berkisah tentang seorang cewek bernama Rena, yang keluarganya sedang terkena musibah. Bapaknya sakit pikun, ibunya stres, dan adiknya nggak lulus-lulus kuliah.

Rena sebagai anak pertama, tentu ingin membantu keluarganya, dia pun mencari pekerjaan apa saja, supaya kondisi keluarganya bisa membaik. Namun, dia malah terjebak dalam pekerjaan yang nggak disukainya, setiap pagi harus pergi ke kantor, dan merasa seperti berangkat ke neraka.

Suatu hari, sambil terus berusaha bertahan di kantornya itu, Rena bertemu dengan Deva, cinta pertamanya waktu SMA. Sayangnya, seperti ketika SMA, Deva nggak nunjukin tanda-tanda suka sama Rena. Iya, cinta Rena masih saja bertepuk sebelah tangan.

Begitulah. Rena terus berjuang membantu keluarganya, sambil berusaha mendapatkan cinta pertamanya.

Giveaway:
Nah, setelah membaca ringkasan cerita di atas, ada 1 buah novel Galaupreneur yang bisa kamu miliki. Caranya gambang bingit, begini...

1) Kamu bertempat tinggal di Indonesia.

2) Punya akun Twitter.

3) Follow akun Twitter @ramadepp dan @stiletto_book.

4) Jawab pertanyaan berikut ini: "Seandainya kamu mengalami hal yang sama dengan Rena (berada di tempat kerja yang nggak disukai, dan cintamu kebetulan juga bertepuk sebelah tangan), apa yang bakal kamu lakuin?"

5) Tulis jawabanmu di kolom komentar, dan sertakan nama akun Twittermu di akhir jawaban.

Udah itu aja syaratnya.

Jawaban yang paling menarik bakal dapatin 1 buah novel Galaupreneur. Nggak harus bagus sih jawabannya, yang penting bisa bikin ngakak, atau paling nggak, bikin senyum-senyum sendiri.

Giveaway ini akan berlangsung sampai tanggal 11 September 2016 pukul 23:59.

Pemenangnya bakal diumumin tanggal 12 September 2016, di akun Twitter @ramadepp. Jika dalam waktu 48 jam nggak ada tanggapan dari pemenang, maka yang bersangkutan akan digantikan dengan peserta yang lain.

Demikian.

Selamat menjawab pertanyaan. Good luck yaaa...

10 komentar:

  1. hal yang akan saya lakukan adalah akan bertahan disana, menerima segala apapun yang ada disana, dengan belajar lebih baik dan giat lagi, mengubah prinsip dan pandangan hidup tentang apapun yg ada ditempat kerja, masalah untuk cinta aku percaya cinta akan tumbuh lagu meskipun bertepuk sebelah tangan, esok akan ada lelaki yg lebih baik lagi. tetap semangat pastinya :)
    semoga aku menang givaway ini :)

    Twitter : @elyhumairoh

    BalasHapus
  2. Kalau saya lbh memilih nyari kerjaan lain aja yg sesuai dgn keinginan dan harapan kita atau pindah tempat kerja aja drpd harus ngejalanin sesuatu yg ga sesuai dgn keinginan kita. Trus kita nya jg ga happy malah tertekan dan tersiksa kan. Tp selama nunggu dapet kerjaan baru yg sesuai sm keinginan kita gpp kita paksaian aja dulu siapa tau lama2 betah juga. Takutnya udah resign eh malah ga dapet2 kerjaan baru. Kan nganggur jd nya. Drpd nganggur kan itu malah nambahin beban jg. Kalo udah dapet kerjaan baru nya, nah baru deh kita keluar dr pekerjaan yg spt neraka itu. Hahaha
    Kalo urusan cinta yg bertepuk sebelah tangan sih, harusnya kita terus terang aja bilang sm dia, kalo kita itu suka sm dia. Biar dia tau gt. Kalo ga dibilangin langsung mh cwo jg mana peka. *curcol
    Kalo udah ngomong ya terserah sih dianya mau gmna yg penting kita udah plong. Trus ga nyesel jg. Siapa tau kan ternyata dia jg memendam perasaan yg sama kaya kita tp dia malu2 gt. Hadeh ini cwo macam apaan yak hari gini masih malu2 aja. Giliran udah diambil orang baru deh nyesel.
    (Waduh baru nyadar, komen nya panjang amat yak...maaf yak kalo kepanjangan...) haha
    @Titienfarida

    BalasHapus
  3. Kalau aku sih karena belum punya pekerjaan lain, aku akan tetap bertahan di tempat itu meski nggak suka, sambil mengembangkan potensi dan kemampaun yang dimiliki. Siapa tahu bisa jadi bekal untuk menemukan pekerjaan lainnya. Hitung-hitung aku bisa melakukan pendekatan secara perlahan ke cowok yang aku suka, atau minimal mencoba lebih dekat dengan dia sebagai teman.
    Aku akan pakai jurus yang orang-orang menyebutnya "ala bisa karena biasa." Siapa tahu dengan terbiasa kerja disana aku jadi suka dan betah, dan siapa tahu juga dengan sering bertemu dan berinteraksi sama aku, si dia juga berubah jadi suka. Seperti aku yang mulai suka sama tempat kerjanya, nggak ada salahnya kan berharap dia juga bisa mulai suka sama aku :))

    @sitasiska95

    BalasHapus
  4. Kalau kejadian kayak si Rena, kerja di tempat yang gak disuka dan nasib makin bikin sial karena cinta aku bertepuk sebelah tangan hal yang bakal aku lakuin pertama kali adalah.... ngelus dada.
    Kalau masalah tempat kerja, karena aku butuh uang (realita kejam, coyy! Bukan artinya cewek itu matre:')) aku bakal berusaha bertahan di tempat kerja itu sambil nyari kerjaan baru. Tapi, biasanya lama kelamaan kan jadi nyaman sendiri, mungkin pada akhirnya aku juga gak bakal mau lepas dari kerjaan itu. Mungkin, ya.
    Dan kalau masalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, itu sakit astaga. Maksudnya, aku tau cowok emang gak cuman dia. Tapi kalau hati emang udah milih dia jadi tempat pelabuhan terakhir, harus gimana?:( ya mungkin karena berusaha bikin orang yang udah suka orang lain jadi suka ke aku itu susah, ya aku harus move on. Lanjutin hidup di lembaran hati yang baru. Hidup gak selalu tentang dia, kok. :) (sok ngomong bijak, padahal sendirinya gagak move on).

    twitter: zihaan_f

    BalasHapus
  5. Aku sih pribadi sebisa mungkin menyamankan diri aku pada pekerjaan tersebut. Tidak ada pilihan lain kecuali kerja keras, selain itu juga aku harus mengesampingkan masalah hati sih. Setidaknya sampe semuanya stabil dulu, toh ya kalo jodoh nanti bakalan bertemu lagi. Selain itu, aku juga nyari pekerjaan lain yang aku sukai atau bahkan sambil jadi wirausaha aja. Mulai dari kecil lalu lama-lama jadi bukit deh! Hahahah.

    Twitter aku : @heymiftah

    BalasHapus
  6. Kondisi ini mirip dengan yang aku alami sekarang. dan kalau aku sendiri mau dan gak mau harus bertahan karena kembali lagi ngelihat kondisi keluarga dan secara logika gak mungkin mencari tempat pekerjaan lain disaat ini kecuali dengan menjalani bisnis sendiri tanpa tekanan orang lain. Sementara aku tetap kerja dikantor dan untuk menghibur diri dan menambah penghasilan aku bekerja menjalani bisnis yang aku suka sampai aku sukses dan aku bisa bebas dari kantor. Fokusku hanya kerja dan kerja untuk keluarga.karena dengan memikirkan orang yang kita sayang, akan mengurangi beban yang kita rasakan. dan untuk asmara, aku yakin semakin sukses kamu semakin pula kamu akan mendapat yang lebih baik.

    Twitter :@ardyantiR

    BalasHapus
  7. kalo aku nih,, mau suka nggak suka aku bakalan tetap kerja di situ. Yhaa mau gimana lagii? aku kan harus jadi tulang punggung keluarga. Kalau aku keluar, memangnya akan langsung mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan? nggak. INI JAKARTA BOO! (karna aku tinggalnya di jakarta) dapat kerja di perkantoran aja udah bersyukur banget! Lah ini, mau keluar? sorry sorry aja enggak bakalan deh. Mungkin lama kelamaan aku bakalan betah dan nyaman. Kita nggak bakalan tahu kan kalau kita belum mencobanya?? so, kalau misalnya aku udah mencoba tapi tetap tidak betah juga, ya harus dibetah betahin dong!! Ingat keluarga di rumah, gak boleh egois. kecuali kalau aku orangnya memang super duper jenius (amin) pasti bakalan banyak yang cari kan? kalo gitu aku mending pindah:D Kalau masalah sekantor sama cinta masa SMA-ku, yahh memangnya kenapa? Dia juga butuh kerja kan? Aku sih oke oke aja. HELLOO!! move on dong! Masih banyak ikan di laut ce. HAHA

    Twitter : @dellasalsbl

    BalasHapus
  8. (Amit-amit kalau sampai beneran ngalamin hal kayak Rena 😂 Galau banget tiap hari dah tuh!)

    Seandainya loh seandainya...
    Soal kerja di tempat kayak neraka, aku lihat dulu dari berbagai aspek.
    1.) Kenapa aku bisa nyemplung ke tempat kerja kayak gitu? Apa karena di sana satu-satunya tempat yang menerimaku apa adanya? Apa karena gajinya menggiurkan?
    2.) Kenapa aku bisa nggak betah kerja di sono? Apa karena bosnya galak? Apa karena lingkungannya nggak respek dengan kehadiranku? Apa karena aturannya super ketat?
    Kalau memang rasanya nggak ada pilihan selain resign, lihat dulu apa ada alternatif kerjaan lainnya. Kalau di sana cuma satu-satunya tempat yang (lagi-lagi) menerimaku apa adanya, ya mau nggak mau ya harus dibetah-betahin. Pokoknya cari segala macam cara biar betah kerja di sana! Soalnya aku tulang punggung keluarga, ada beban di pundakku yang harus kuemban.

    Soal cinta...
    Apa memang nggak ada cowok lain selain Deva? Misalnya aku udah cinta mati sama dia terus ujung-ujungnya dia tetap nggak mau sama aku, ya sudahlah... ditulisin jadi buku aja kali ya kisah cintanya. Kali aja diterbitin. Hehehe~

    Twitter: @vyselvia 😁

    BalasHapus
  9. Berada di lingkungan kerja yang tidak nyaman? Sebisa mungkin akan pindah cari kerjaan lain, tapi dengan syarat harus udah diterima atau ada tempat yang potensial menerima kita dalam waktu dekat. Pastikan kalau kita emang memenuhi kualifikasi. Percayalah, menganggur dalam waktu lama nggak mengenakkan. Keputusan untuk melepaskan demi sesuatu yang belum ada kejelasannya itu juga menyakitkan.
    Tentang cinta bertepuk sebelah tangan? Yah, nggak semua hal akan berjalan sesuai dengan keinginan kita sih. Penolakan adalah hal yang wajar. Yang penting nggak galau berkepanjangan dan yakin bahwa dibalik penolakan akan ada penerimaan besar-besaran :D

    Selamat atas kelahiran bukunya, kak. Sukses terus!
    salam, @rinicipta

    BalasHapus
  10. Saya akan tetap bekerja di tempat itu. Adakalanya apa yang tidak kita sukai adalah hal terbaik yang bagi hidup kita. Mungkin mantan gebetan atau mantan pujaan hatimu itu punya teman yang tidak kalah manis, tidak kalau cutenya dari dia. Siapa tahu nih dengan saya bekerja bareng mantan hmhm saya, saya bisa kecantol dengan temannya yang paling kece. Asal tahu aja ya, doa saya tentang jodoh agak lucu loh: “Ya Allah jika dia jodohku dekatkanlah dan mudahkanlah. Jika bukan, temannya juga lucu” 
    @asepnanang59

    BalasHapus